Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa Fatulotu Libatkan Kader, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
- Jun 26, 2026
- ARNOLDUS BAU
FATULOTU, 26 Juni 2026 – Dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus, Pemerintah Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, menggelar kegiatan sosialisasi penyuluhan dan pencegahan stunting. Kegiatan yang berlangsung hari ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Kepala Desa Fatulotu. Kegiatan ini dihadiri oleh para ketua kader bersama anggota dari keenam dusun, kader Keluarga Berencana (KB), Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), serta ibu hamil dan ibu menyusui.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah tenaga ahli dari Puskesmas Aululik, yaitu Bapak Julio De Deus, S.Gz (Ahli Gizi) dan dr. David Arnoldus D. Serang. Kehadiran mereka memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya asupan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Dalam paparannya, Julio De Deus, S.Gz menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga dan lingkungan. "Asupan protein hewani dan variasi makanan lokal sangat krusial untuk mencegah gagal tumbuh pada anak," ujarnya.
Sementara itu, dr. David Arnoldus D. Serang menambahkan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu. Ia juga memberikan edukasi kepada para ibu hamil mengenai cara menjaga kesehatan selama masa kehamilan agar bayi lahir dengan berat badan normal dan sehat.
Turut hadir dan memberikan sambutan, Kepala Puskesmas Aululik, Risto Manek. Dalam keterangannya, Beliau menuturkan bahwa kolaborasi lintas wilayah dan dukungan penuh dari kader masyarakat adalah kunci keberhasilan program penurunan stunting.
"Kami dari Puskesmas Aululik sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Fatulotu. Sosialisasi seperti ini harus terus dilakukan dan berkelanjutan. Peran kader sebagai ujung tombak di lapangan sangat vital untuk memastikan setiap ibu hamil dan balita mendapatkan intervensi gizi yang tepat waktu," tutur Risto Manek.
Para peserta, khususnya para kader dari enam dusun, tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab. Mereka berkomitmen untuk meneruskan informasi ini kepada masyarakat di wilayah masing-masing guna menciptakan Desa Fatulotu yang bebas stunting.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan sehat di Kecamatan Lasiolat khususnya di Desa Fatulotu.